Waktu yang Tepat Mengunjungi Psikiater

151137668_0 edit

Umumnya orang merasa tidak nyaman pergi ke psikiater karena prasangka dan stigma dari masyarakat terhadap orang-orang yang berobat ke dokter jiwa.

Mengunjungi psikiater mungkin masih terasa asing atau canggung, padahal tak ada salahnya mengunjungi sang ahli bila Anda merasa membutuhkan bantuan.

 

Kapankah waktu yang tepat untuk pergi ke Psikiater?

Yang datang ke dokter jiwa bukan hanya pasien-pasien gangguan jiwa berat seperti Skizofrenia tapi juga pasien-pasien depresi dan kecemasan.

Kapan pun saat Anda merasa sedih, kecewa, atau marah. Hal ini bisa dilihat bila Anda tidur kurang atau lebih dari biasanya, menarik diri dari keluarga dan teman, atau merasa jadi tidak aktif.

Anda juga butuh ke Psikiater saat tanpa disadari mungkin Anda menyalahgunakan narkoba, alkohol, seks, bahkan makanan untuk merasa lebih baik.

Bisa juga saat Anda menjadi sulit konsentrasi, mudah terganggu oleh hal-hal kecil, tidak menikmati kegiatan atau sesuatu yang biasanya Anda sukai, mudah panik dan cemas, sering sakit kepala, sakit perut, nyeri otot, mual, keringat dingin terus menerus, serta selalu merasa lemas.

Depresi dan kecemasan di dalam praktek kedokteran sering kali timbul sebagai suatu gangguan fisik. Pasien depresi misalnya selain mengeluh perasaan putus asa dan hampa, seringkali disertai keluhan fisik seperti gangguan perut, nyeri otot, lemah dan perasaan lelah yang hebat, sulit tidur, sakit kepala serta perasaan tidak nyaman di tubuh.

Sedangkan kecemasan bisa timbul sebagai keluhan jantung berdebar, rasa tercekik, perasaan sebah dan ingin muntah, keluar keringat dingin terus menerus, gemetaran, rasa panas di badang yang tidak dapat dijelaskan sampai nyeri-nyeri otot. Pada kecemasan panik bahkan pasiennya merasa takut mati atau menjadi gila. Hal ini seringkali salah dikira oleh pasien sebagai gangguan jantung atau serangan jantung.

Ada juga pasien gangguan medis umum seperti diabetes, stroke, kanker atau rematik yang menjadi depresi atau cemas akibat penyakitnya. Hal ini bila dibiarkan akan mengganggu proses penyembuhan dari penyakit dasarnya juga. Ada pula pasien yang sering mengeluh kondisi tubuhnya yang tidak nyaman (biasanya berhubungan dengan adanya nyeri, gangguan perut dan gangguan fungsi seksual) tapi setelah diperiksa tidak ada masalah. Pasien inilah yang dahulu disebut sebagai gangguan Psikosomatik.

 

Apa Yang Dilakukan Dokter Jiwa?

Pada dasarnya, psikiater adalah dokter medis dengan pelatihan khusus di bidang kesehatan mental. Berbeda dengan psikolog yang bertugas sebagai ahli konseling, psikiater bisa memberikan resep obat seperti antidepresan atau obat tidur pada pasiennya.

Tindakan yang akan dilakukan oleh psikiater setelah mendiagnosis pasien adalah memberikan pengobatan, bisa dengan obat atau psikoterapi. Psikoterapi dilakukan dengan cara terapi perilaku, terapi kognitif, terapi intrapersonal, terapi perilaku dialektik, dan relaksasi.

Psikoterapi akan menguntungkan bagi mereka yang memiliki perasaan sedih luar biasa, merasa tidak mampu mengatasi masalah sehari-hari, sulit konsentrasi, bersifat agresif, dan untuk orang yang selalu khawatir terus menerus.

Perlu diingat bahwa psikoterapi merupakan proses dua arah. Harus ada rasa saling percaya antara pasien dengan terapis.

Bila merasa perlu pergi ke psikiater untuk pertama kalinya, mungkin Anda penasaran hal apa saja yang akan ditanyakan oleh dokter.

Beberapa pertanyaan yang biasa diajukan saat konseling, contohnya untuk pasien depresi, antara lain seberapa sering merasakan sedih atau putus asa, pola tidur, bagaimana energi atau tenaga Anda, deskripsi perasaan, dan apa yang diharapkan dari kunjungan ke psikiater tersebut.

Ada beberapa tip yang bisa dilakukan agar terbebas rasa kurang nyaman saat berkunjung ke Psikiater. Ingatlah, bahwa Anda sedang berada di ruangan dokter, seperti dokter pada umumnya, dan tak perlu merasa malu.

Lalu, pastikan psikiater mengerti apa yang Anda maksud. Ceritakan secara rinci bagaimana perasaan Anda. Dengar dan simaklah apa yang dikatakan Psikiater, terutama saat berdiskusi soal pengobatan yang cocok bagi Anda. Pastikan sang dokter mengetahui apa yang ingin atau perlu Anda katakan.

Jangan berharap untuk mendapatkan semua solusi segera. Sebab, semua tentu butuh proses. Anda tak bisa masuk ke ruangan dokter lalu berharap semua akan selesai setelah keluar dari sana. Sebaliknya, Anda akan pulang dengan rencana dari dokter untuk dilakukan selanjutnya.