Varises Pada Tungkai

Varises

Apa itu varises?

Varises (vena varikosa) adalah pelebaran pembuluh darah vena yang tampak berkelok-kelok dan menonjol, terutama pada tungkai. Walaupun lebih sering terjadi pada tungkai, varises juga bias terjadi pada berbagai organ dan area tubuh, seperti pada anus (wasir), bauh zakar (varikokel), hingga bagian dalam kerongkongan pada orang dengan sirosis hati (varises esophagus). Varises pada tungkai merupakan kondisi yang sering dijumpai dimana diperkirakan terjadi pada 10-20% pria dan 25-33% wanita.

 

Bagaimana varises terjadi dan apa pemicunya?

Varises terjadi atas dasar adanya kegagalan katup-katup pada pembuluh darah vena. Aliran darah vena lebih lambat dibandingkan aliran arteri. Aliran darah vena dibantu oleh adanya katup-katup di dalam vena. Ketika terjadi kegagalan fungsi katup-katup vena, aliran darah dari bagian distal (ujung) ke proksimal (pangkal) tidak lancar sehingga vena membesar. Hal inilah yang tampak sebagai pembuluh darah yang keunguan, berkelok-kelok dan menonjol. Faktor risiko terjadinya varises meliputi adanya peningkatan tekanan vena oleh karena terlalu lama berdiri atau adanya peningkatan tekanan rongga perut seperti pada orang dengan obesitas, hamil, sembelit berkelanjutan hingga tumor perut.

 

Bagaimana kita mengenali varises?

Gejala varises bervariasi dimana sebagian orang tidak menunjukkan gejala (asimtomatik). Varises bias menimbulkan gejala lokal di bagian yang tepat terdapat varises atau bisa juga pada seluruh tungkai. Gejala lokal meliputi nyeri, gatal atau terbakar pada tungkai. Gejala seluruh tungkai bisa nyeri menyeluruh hingga tungkai bengkak. Gejala biasanya memburuk di sore hari atau setelah beraktivitas terutama setelah lama berdiri atau berjalan.

 

Sebagian varises perlu pemeriksaan khusus. Hal ini mengingat vena ada yang lokasinya di dekat permukaan kulit (superfisial) dan ada juga yang di dalam (deep) sehingga tidak tampak dari luar. Oleh karena itu, pemeriksaan penunjang dengan USG Doppler melihat aliran darah vena bisa membantu.

 

Lalu, bagaimana komplikasinya?

Varises pada tungkai jarang menyebabkan masalah medis serius. Sebagian besar berobat karena alasan kosmetik. Varises bisa menjadi penyebab adanya perubahan warna kulit dan pada kondisi tertentu bisa menyebabkan luka yang sulit sembuh (dermatitis statis atau ulkus venosum). Luka ini tidak akan sembuh dengan perawatan luka biasa tanpa memperbaiki aliran darah pada tungkai.

 

Apa saja strategi pengobatannya?

Pengobatannya bisa mulai dari terapi konservatif, terapi laser, suntik zat skleroterapi hingga pembedahan. Pilihan tersebut berdasarkan pilihan pasien dan keparahan varisesnya. Terapi pembedahan biasanya dilakukan jika nyeri dan bengkak sudah parah. Terapi konservatif meliputi menghindari berdiri terlalu lama dan menggunakan stocking compression (bebat kompresi). Bebat kompresi bisa juga dilakukan dengan menggunakan perban elastis. Penurunan berat badan bagi mereka yang obesitas akan sangat membantu.