Thumbnail-Radiologi-Intervensi

RADIOLOGI INTERVENSI

Radiologi Intervensi adalah Sub-spesialis radiologi yang memanfaatkan prosedur minimal invasive untuk melakukan diagnosis atau sekaligus terapi pada saat yang sama apabila ditemukan kelainan pada hampir semua organ tubuh dengan menggunakan panduan pencitraan radiologi seperti Digital Substraction Angiography (DSA), Fluoroskopi, Computed Tomography Scan (CT Scan), serta Magnetic Resonance Imaging (MRI).
Tindakan Radiologi Intervensi
1. Angiography
Teknik pencitraan pembuluh darah yang dilakukan oleh seorang Dokter Subspesialis Radiologi Intervensional untuk menilai lumen/bagian dalam pembuluh darah. Pemeriksaan ini paling akurat dan relative aman untuk mendiagnosis kelainan pembuluh darah, adanya aneurisma/malformasi vascular dan banyak kelainan pembuluh darah lainnya.

Digital Substraction Angiography (DSA) otak merupakan tekhnik angiography yang dilakukan pada pembuluh darah otak (Brainflushing)
Tindakan “Intraarterial Brainflushing” merupakan suatu prosedur Digital Substraction Angiography (DSA) modifikasi yang dikembangkan oleh Dr. dr. Terawan A. P. Sp.Rad (K) RI di RSPAD Gatot Soebroto. Prosedur ini merupakan tekhnik angiography yang dilakukan pada pembuluh darah otak dengan menggunakan Heparin dan Antiplatelet jika terdapat indikasi penggunaannya. Setelah diketahui adanya sumbatan dengan injeksi kontras, pneginjeksian Heparin dan Antiplatelet diharapkan mampu mencegah ataupun melarutkan bekuan darah yang terjadi misalnya pada kasus stroke akut non perdarahan sehingga bagian otak yang tidak mendapat aliran darah dapat kembali mendapat aliran darah yang cukup.
Heparin biasanya diberikan berupa flushing pada awal prosedur diagnostic dan dapat dilanjutkan dengan continuous infusion (heparinized saline) pada prosedur intervensi terapeutik. Sedangkan penggunaannya bersama Antiplatelet injeksi secara bersamaan tidak dilakukan secara rutin dan diberikan oleh operator dalam kondisi yang khusus, biasanya pada kasus emergensi, misalnya terjadi komplikasi thrombosis berulang saat tindakan dilakukan.

Apa yang terjadi selama dilakukan DSA/Angiography Otak
Sebelum prosedur ini dilakukan, anda perlu membuka seluruh baju dan perhiasan yang melekat di tubuh dan menggunakan baju khusus steril. Anestesi local akan diberikan pada daerah dimana sayatan akan dilakukan (tungkai/lengan). Kateter biasanya akan diposisikan di dalam cabang arteri karotis dan kemudian kontras akan diinjeksikan.
Selama penginjeksian kontras biasanya anda akan merasakan sensasi hangat. Sebuah mesin X-Ray akan digunakan untuk mengambil gambar dari pembuluh darah otak. Dokter akan selalu bersama anda selama prosedur berlangsung. Anda akan tetap sadar selama prosedur berlangsung yang memakan waktu selama kurang lebih 1 jam hingga selesai.
Sebelum dilakukan DSA-“Brainflushing” harus dilakukan Brain Check Up yang bertujuan mengetahui status kesehatan otak anda, untuk antisipasi dan rencana pengobatan serta tindak lanjut pemeriksaan

Brain Check Up
Pemeriksaan Brain Check Up yang dilakukan untuk antara lain MRI-Perfusio, MRA (Magnetic Resonance Angiography) dan MRV (Magnetic Resonance Venography). Melalui Brain Check Up salah satunya dapat dikeathui adanya Cerebral Venous Thrombosis.
Celebral Venous Thrombosis
• Sumbatan pembuluh darah aliran balik otak
• Seringkali diremehkan
• Angka kejadian 76, 37 (RSPAD, 2015)

Gejala bervariasi
Ringan
• Tanpa Gejala
• Nyeri Kepala
• Tengkuk Kaku
• Vertigo

Sedang Berat
• Migrain
• Nyeri kepala hebat
• Penurunan kesadaran
• Kejang
• Stroke

2. Angioplasty
Prosedur ini dilakukan untuk melebarkan secara mekanik pada arteri yang menyempit. Prosedur menggunakan balloon maupun stent.

3. Chemoport
Chemoport atau port kemoterapi adalah perangkat akses vascular yang ditanam di bawah kulit untuk memasukkan obat kemoterapi pada pasien kemoterapi. Manfaat pemasangan chemoport adalah menghindari rusaknya pembuluh darah vena akibat kemoterapi.

4. Insersi Tunneled Catheter
Prosedur pemasangan alat untuk memasukkan obat melalui pembuluh darah vena. Prosedur ini biasa dilakukan pada pasien yang membutuhkan terapi infus seperti kemoterapi, nutrisi parenteral total serta pada pasien hemodialisa.

5. Trans Catheterization Arterial Chemotherapy Embolization (TACE)
Trans Catheterization Arterial Chemotherapy Infusion (TACI)

Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan obat kemoterapi langsung ke tumor untuk mematikan sel tumor atau dan sekaligus memasukkan zat embolan kedalam pembuluh darah yang menutrisi tumor untuk memblok pembuluh darah tersebut agar sel tumor tidak mendapatkan nutrisi dan kemudian mati. Keuntungan prosedur ini adalah dapat meminimalkan efek samping akibat kemoterapi seperti rambut rontok dan rasa mual.

6. Skleroterapi
Tindakan untuk menangani kelainan pelebaran pembuluh darah misalnya pada varises dengan memasukkan obat ke dalam pembuluh darah yang melebar tersebut sehingga diharapkan dapat mengecil kembali.